DENPASAR, 23 APRIL 2026 – Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia memulai rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Bali, Kamis (23/4), sebagai momentum konsolidasi nasional penguatan ekosistem kewirausahaan dan UMKM berbasis inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.
Mengusung tema Human + Tech: Sustainable Agripreneurship, Rakernas ini menjadi ruang strategis mempertemukan gagasan, jejaring, dan kepemimpinan baru untuk mendorong ekonomi kewirausahaan yang adaptif dan berdampak.
Dalam momentum Rakernas hari pertama ini, Assoc. Prof. Dr. Meithiana Indra Sari, ST., SM., MM resmi dilantik sebagai Chief Executive (CE) ASBF Regional Jawa Timur oleh Presiden ASBF Indonesia Peng Sutoyo, bersama sejumlah Chief Executive regional dan area dari berbagai daerah di Indonesia. Pelantikan ini menandai penguatan peran Jawa Timur dalam jejaring kewirausahaan nasional dan internasional di bawah naungan ASBF.
Jawa Timur dalam Rakernas kali ini tampil menonjol sebagai regional dengan delegasi peserta terbanyak, partisipasi penyaji produk terbanyak dalam ASBF Trade Circle, sekaligus wilayah dengan pertumbuhan pembentukan ASBF Regional tingkat kabupaten/kota paling masif di Indonesia. Capaian ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak utama dalam ekosistem pengembangan small business di lingkungan ASBF.
Membuka Rakernas, Chairman ASBF Hermawan Kartajaya menekankan bahwa kewirausahaan masa depan harus bertumpu pada sinergi antara kekuatan manusia dan kemajuan teknologi.
“Ke depan, bisnis kecil tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus tumbuh dengan inovasi. Human plus tech adalah rumus agar usaha kecil punya daya saing, tetapi tetap berakar pada keberlanjutan dan kemanusiaan,” ujar Hermawan dalam Studium Generale.
Menurut Hermawan, agripreneurship berkelanjutan menjadi salah satu jawaban atas tantangan global, mulai ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga transformasi ekonomi digital. Karena itu, penguatan jejaring usaha kecil lintas wilayah dan lintas negara menjadi kebutuhan strategis.
Presiden ASBF Indonesia Peng Sutoyo menegaskan Rakernas ini bukan hanya agenda organisasi, melainkan forum menyusun arah gerak bersama bagi penguatan kewirausahaan Indonesia di level Asia Pasifik.
“ASBF dibangun sebagai ekosistem kolaborasi. Kita ingin usaha kecil tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh melalui jaringan, pengetahuan dan inovasi. Jawa Timur kami apresiasi karena menunjukkan energi organisasi yang luar biasa,” kata Peng Sutoyo.
Ia menilai perkembangan ASBF di Jawa Timur menunjukkan model pengembangan regional yang progresif, ditopang kepemimpinan, partisipasi anggota, dan semangat kolaboratif yang kuat.
Usai dilantik, Meithiana Indra Sari menegaskan komitmennya membawa ASBF Jawa Timur menjadi regional yang semakin produktif, inovatif dan berdampak bagi penguatan UMKM serta agripreneur muda.
“Ini amanah sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat jejaring kewirausahaan di Jawa Timur. Potensi kita besar, mulai UMKM, agribisnis, akademisi, hingga komunitas bisnis. Semua harus dikolaborasikan agar memberi nilai tambah ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Menurut Meithiana, dominasi partisipasi Jawa Timur di Rakernas tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme dan kesiapan regional untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan program-program ASBF ke depan.
“Kami ingin ASBF Jawa Timur tidak hanya tumbuh secara organisasi, tetapi menjadi pusat pengembangan kolaborasi bisnis, knowledge sharing, mentoring, dan penguatan pasar bagi pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Selain Rakernas dan pelantikan regional, hari pertama kegiatan juga diwarnai BELLA Awards Judging Session, ASBF Trade Circle, serta Gala Dinner sebagai ruang penguatan jejaring antarpeserta dari berbagai daerah.
Tema Human + Tech: Sustainable Agripreneurship sendiri merefleksikan arah baru kewirausahaan yang menggabungkan inovasi teknologi, keberlanjutan, dan penguatan peran manusia sebagai pusat transformasi. Semangat itu pula yang mewarnai optimisme ASBF Jawa Timur untuk mengambil peran lebih besar di level nasional maupun global.
Bagi ASBF Jawa Timur, Rakernas 2026 bukan sekadar forum tahunan, tetapi momentum mempertegas kepemimpinan kolaboratif Jawa Timur dalam membangun ekosistem small business yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan kepemimpinan baru, jejaring yang menguat, dan semangat kolaborasi yang tumbuh, ASBF Jawa Timur siap melangkah lebih jauh dari regional—menuju panggung Asia.
