Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi perempuan muda melalui peluncuran sejumlah program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro milik perempuan.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui Program Youth Ultra-Micro Entrepreneurs Empowerment (YUMEE) dan Entrepreneurial Skills Development Fund (ESDF). Kedua program ini dirancang untuk membantu perempuan muda mengembangkan keterampilan kewirausahaan, meningkatkan daya saing usaha, serta memperoleh dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan tepat sasaran.
Bappenas menilai pengembangan kewirausahaan perempuan muda menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga, pelaku usaha perempuan juga berperan dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian daerah.
Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, pendampingan bisnis, serta dukungan dalam mengakses berbagai peluang pembiayaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi perempuan muda, mulai dari keterbatasan keterampilan, minimnya jaringan usaha, hingga kendala akses modal.
UNDP Indonesia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, perempuan muda diharapkan dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.
Program YUMEE dan ESDF akan diimplementasikan secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia selama masa uji coba. Hasil pelaksanaan program nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan kewirausahaan nasional yang lebih inklusif.
Sumber : InfoPublik
