Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei independen yang dilaporkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Survei yang dilakukan di ratusan titik pelaksanaan program MBG menunjukkan bahwa kehadiran program ini turut menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan pangan. Sebagian besar UMKM yang terlibat berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi pelaksanaan program, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Selain mendorong pertumbuhan UMKM, program MBG juga berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Operasional dapur dan satuan pelayanan pemenuhan gizi banyak melibatkan warga sekitar, sehingga membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.
Pemerintah menilai keterlibatan UMKM lokal menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program MBG. Dengan memanfaatkan produk dan bahan baku dari pelaku usaha setempat, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait akses permodalan dan peningkatan kapasitas usaha bagi UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan dalam skala yang lebih besar. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi yang dihasilkan program MBG ke depan.
Pemerintah optimistis Program MBG akan terus memberikan dampak positif, baik dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Sumber : InfoPublik
