Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kekuatan pertahanan menjadi syarat utama dalam menjaga stabilitas serta kedaulatan negara di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai penyerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru untuk TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penambahan alutsista itu meliputi pesawat tempur Rafale, pesawat Falcon 8X, Airbus A400M MRTT, hingga sistem persenjataan dan radar modern.
Presiden menyebut penambahan kekuatan alutsista merupakan salah satu tonggak penting dalam memperkuat sistem pertahanan nasional. Menurutnya, Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan pertahanan sebagai langkah penangkal atau deterrent guna menjaga kepentingan nasional dan keutuhan wilayah negara.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga wilayah kedaulatan sendiri, baik di darat, laut, maupun udara. Karena itu, pembangunan kekuatan pertahanan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Presiden juga menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu. Dalam situasi tersebut, pertahanan yang kuat dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus menjamin kedaulatan bangsa.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan modernisasi pertahanan nasional dengan memperkuat seluruh matra pertahanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan strategis di masa mendatang.
Selain penguatan alutsista, pembangunan pertahanan nasional juga diarahkan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia, teknologi pertahanan, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia semakin mandiri dan memiliki daya saing global.
Sumber : InfoPublik
