Gubernur Khofifah Serukan Energi Bersama Alumni UNAIR Lampung untuk Dukung Kampus Berkelas Dunia

LAMPUNG, 26 APRIL 2026 – Ketua Umum PP IKA Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Pengurus Wilayah (PW) IKA UNAIR Provinsi Lampung untuk terus meningkatkan kontribusi nyata alumni dalam mendukung, mempertahankan, sekaligus memperkuat posisi UNAIR di tingkat nasional maupun global.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat melantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR Lampung yang dirangkaikan dengan kegiatan Silaturahim di Hotel Horison Lampung, Minggu (26/4).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa alumni memiliki peran strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga melalui pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Ia menyoroti sejumlah program berkelanjutan yang telah dijalankan oleh IKA UNAIR sebagai bagian dari implementasi _Sustainable Development Goals_ (SDGs).

“Alumni memiliki peran penting dalam memperkuat posisi perguruan tinggi, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kontribusi  pembangunan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, kontribusi nyata alumni UNAIR telah tercermin dalam berbagai program yang sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Setidaknya terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus kontribusi tersebut.

Pertama, di bidang pendidikan, melalui pemberian beasiswa dan dukungan biaya hidup bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah. Program ini dinilai mampu memperluas akses pendidikan yang inklusif sekaligus meningkatkan keberhasilan studi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kedua, di bidang infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, melalui program penyediaan akses air bersih. Alumni UNAIR telah berkontribusi dalam pembangunan sumur bor serta sistem pipanisasi di berbagai wilayah, terutama untuk mengantisipasi dampak kekeringan saat musim kemarau.

"Alumni UNAIR sudah melakukan dan terus berjalan untuk menyiapkan akses pipanisasi dan sumur bor bagi masyarakat dan Itu terekam serta memberi skor kedua tertinggi bagi capaian Times Higher Education (THE) Impact rank dalam.implementasi SDGs bagi  UNAIR," tuturnya.

Ketiga, di bidang lingkungan hidup, melalui gerakan penanaman mangrove secara masif. Program ini tidak hanya berfungsi dalam menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari mitigasi perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana. 

"Ketiga poin tersebut, kita ingin menegaskan bahwa IKA UNAIR telah dan akan terus melakukan gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini bukan sekadar program, tetapi bentuk kontribusi konkret alumni dalam pembangunan berkelanjutan," jelas Khofifah.

"Kontribusi sederhana semacam ini terekam oleh sistem digital ekosistem yang kemudian memberikan penguatan rangking Unair dalam pelaksanaan _Sustainable Development Goals_ (SDGs)," ungkapnya. 

Ke depan, Khofifah berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan alumni dapat terus diperkuat. Nantinya, UNAIR tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga semakin kokoh dalam kontribusi sosial serta pembangunan berkelanjutan.

"Butuh kontribusi dari alumni yang bisa memberikan penguatan bagi masyarakat. Rangking perlu tidak perlu tetapi dunia memiliki standar. Maka standarisasi terutama SDGs bisa dilakukan dengan cara kita masing-masing,"tegasnya. 

"Mari merajut sinergi dan kolaborasi bagi penguatan karena UNAIR membutuhkan energi dan dukungan dari semua alumni, salah satunya tugas personal maupun institusional yakni meneduhkan peradaban," pungkasnya.