Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mendorong penguatan ketahanan desa melalui integrasi program pencegahan radikalisme dengan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Langkah tersebut dilakukan melalui program Desa Siapsiaga yang dirancang untuk membangun ketahanan masyarakat dari tingkat desa, sekaligus menciptakan sistem deteksi dini terhadap ancaman paham radikal dan terorisme.
Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono menyampaikan bahwa penguatan desa tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyentuh peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tahan sosial masyarakat. Desa yang sejahtera dan mandiri dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam mencegah masuknya pengaruh radikalisme.
Salah satu implementasi program tersebut dilakukan melalui pengembangan budidaya ikan lele sistem bioflok di sejumlah desa di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Program itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan pangan lokal.
BNPT menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra strategis menjadi kunci utama keberhasilan program Desa Siapsiaga. Dengan kolaborasi tersebut, desa diharapkan mampu tumbuh sebagai wilayah yang aman, produktif, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman sosial.
Melalui pendekatan ini, BNPT berharap upaya pencegahan radikalisme dapat berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
