Mendikdasmen Dorong Budaya Kerja Baru dan Hemat Energi di Pendidikan

Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mendorong penerapan budaya kerja baru yang lebih adaptif sekaligus mendukung gerakan hemat energi di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Transformasi budaya kerja ini dirancang untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, produktif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa perubahan ini justru menjadi langkah strategis untuk bekerja lebih cerdas dan efektif.

Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk skema bekerja dari rumah (work from home / WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari tertentu. Namun demikian, layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai kanal pelayanan.

Di lingkungan sekolah, Mendikdasmen mendorong penerapan budaya hemat energi sebagai bagian dari pembiasaan positif. Satuan pendidikan diimbau untuk mengelola penggunaan listrik secara efisien, memanfaatkan pencahayaan alami, serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

Selain itu, gerakan hemat energi juga diwujudkan melalui berbagai kebiasaan sederhana, seperti penggunaan transportasi ramah lingkungan, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, serta pengelolaan lingkungan sekolah yang lebih berkelanjutan.

Mendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari ASN, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja baru yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dengan penerapan budaya kerja baru dan gerakan hemat energi ini, pemerintah berharap sektor pendidikan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendukung pembangunan nasional jangka panjang.