Data SNLIK 2026 Dipastikan Akurat dan Kredibel

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan kualitas data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 tetap terjaga. Sinergi antar lembaga ini dilakukan untuk menghasilkan data yang akurat, kredibel, dan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan sektor keuangan nasional.

SNLIK merupakan instrumen penting dalam mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, OJK, LPS, dan BPS berkomitmen menjaga validitas metodologi, ketepatan pengumpulan data, serta proses pengolahan yang transparan dan sesuai standar statistik nasional.

Kolaborasi tersebut juga mencerminkan pentingnya integrasi data dalam mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Data SNLIK 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sekaligus akses yang dimiliki terhadap sistem keuangan formal.

Hasil survei ini nantinya akan menjadi rujukan strategis dalam menyusun program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, data yang berkualitas juga penting untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan komitmen bersama OJK, LPS, dan BPS dalam menjaga kualitas data SNLIK 2026, diharapkan kebijakan sektor keuangan nasional dapat dirancang secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.