https://pansos.kepahiangkab.go.id/ https://devrumaroof.techarea.co.id/ https://sob-andre.com/register https://siami.uki.ac.id/ https://www.hotel-olympia.cz/ https://lms.ikp-rao.ru/ https://drc.ge/ https://www.biner.co.id/ https://nusacomtech.co.id/ SLOT PULSA https://siandini.sumbawakab.go.id/ https://www.dierenartsdemaere.be/ https://transparencia.unajma.edu.pe/ https://www.ei.yzu.edu.tw/ https://www.dierenartsdemaere.be/diensten https://apdesign.cz/ https://sob-andre.com/ https://www.farnhambarbers.com/farnham/about-us https://datascience.or.id/ https://fptcapital.com.vn/ https://apdesign.cz/aktuality
ASEAN Didorong Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Hadapi Konflik Global Berita Jombang.com

ASEAN Didorong Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Hadapi Konflik Global

Cebu – Indonesia menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN guna mengantisipasi dampak konflik global serta dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina. Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama regional, terutama pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok agar kawasan tetap tangguh menghadapi tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai langkah konkret diperlukan untuk menghadapi berbagai disrupsi akibat perang dan konflik internasional. Menurutnya, penguatan ketahanan energi kawasan dapat dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan, penguatan cadangan energi regional, hingga optimalisasi kerja sama antarnegara ASEAN.

Selain itu, ASEAN juga dinilai perlu memperkuat perdagangan intra-kawasan serta memanfaatkan berbagai kerja sama strategis seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN Plus One Free Trade Agreements guna menjaga stabilitas ekonomi regional di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut isu pangan dan energi menjadi agenda utama dalam forum ASEAN tahun ini. Ia menegaskan Indonesia terus mendorong pengembangan sektor energi strategis, termasuk hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan konektivitas energi regional, diversifikasi jalur distribusi, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh agar negara-negara ASEAN mampu menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global secara bersama-sama.