Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang menggelar peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Stadion Merdeka Jombang, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menegaskan kesiapan Kemenag dalam menghadapi transformasi digital.
Upacara peringatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Sekitar 8.000 peserta dari berbagai unsur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bupati Jombang Warsubi, SH, MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jombang Salmanudin, SAg, MPd, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, SH, MSi, serta Kepala Kantor Kemenag Jombang Dr H. Muhajir, SPd, MAg.
Selain itu, hadir pula Ketua PC Muslimat NU Jombang sekaligus Bupati Jombang periode 2018–2023 Hj. Mundjidah Wahab, tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Baznas, serta pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti PCNU, GP Ansor, PD Muhammadiyah, dan LDII.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati Warsubi, Menteri Agama menegaskan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama merupakan bukti kemampuan institusi tersebut dalam beradaptasi dengan perubahan zaman. Memasuki tahun 2026, Kemenag mengusung program “Kemenag Berdampak” melalui penguatan layanan berbasis digital yang lebih cepat, transparan, dan dekat dengan masyarakat.
“Kehadiran Kementerian Agama adalah untuk memastikan nalar agama berjalan seiring dengan nalar kebangsaan. Agama diharapkan hadir sebagai solusi,” demikian pesan Menteri Agama dalam amanatnya.
Menteri Agama juga menyoroti peran strategis aparatur sipil negara (ASN) Kemenag di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). ASN Kemenag didorong menjadi penggerak utama moderasi beragama di ruang digital, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan dan ketuhanan.
Ia berpesan agar seluruh jajaran Kemenag tidak hanya menjadi penonton di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), melainkan aktif berkontribusi membentuk ruang digital dengan konten keagamaan yang menyejukkan, moderat, dan berbasis informasi yang valid.
Peringatan HAB ke-80 ini menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus bersikap adaptif dan responsif, serta berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat pembangunan bangsa.
